Sabtu, 01 Mei 2010

EKONOMI, KELEMBAGAAN DAN PEMBANGUNAN : SEBUAH PRESFEKTIF DUNIA

BAB I
EKONOMI, KELEMBAGAAN DAN PEMBANGUNAN : SEBUAH PRESFEKTIF DUNIA
1.1 Studi-Studi ekonomi dan Pembangunan
1. Bentuk keadaan Ekonomi Pembangunan
Ekonomi pembangunan berhubungan dengan ekonomi dan proses politiok yang perlu untuk melakukan transformasi struktural dan institusional yang cepat dengan seluruh kehidupan masyarakat, yang efisien akan membawa hasil kemajuan ekonomi bagi sebagian besar lapisan masyarakat atau populasinya.
2. Mengapa kita mempelajari ekonomi pembangunan?
Untuk berfikir secara sistematik mengenai pendapat-pendapat dan problema-problema ekonomi dan merumuskan pertimbangan-peretimbangan dan kesimpulan-kesimpulan atas prinsip-prinsip dasar analitik aplikasi yang relevan dan informasi statistik yang dapat dipfercaya.
3. Pentingnya Peranan Nilai Dalam ekonomi Pembangunanj
Nilai merupakan suatu komponen integral daeri analisa ekonomi dan kebijakan ekonomi
4 Keadaan/ Sifat Teori Ekonomi Barat
Mengatur konseptial fakta-fakta interdevcenden kehidupan ekonomi, termasuk produksi,konsumsi, penghasilan, harga, lapangan kerja,. Inpor, tabungan dan investasi.
1.2 Teori Tradisional yang Terbatas Relevensinya
Profesor Paul Strereton dari Oxford University, ia mengungkapkan bahwa seluruh perlengkapan ekonomi Neo-klasik yang ada sekarang nampaknya sudah csemakin kuno mendadak. Kerangka kerja konseptual dan asumsi-asumsi yang menyangkut tingkah laku masing-masing bersatu dalam daerah yang luas analisa ekonomi neo-klasik tradisional, ada tiga faktor ideal yaitu : keaulatan konsumen, perxsaingan yang sempurna dan peningkatan keuntungan.
1.3 Ekonomi Sebagai Sistem Sosial : Perlu Meninggalkan Sistem Ekonomi Lama/Sederhana
Yang mengarahkan penjelasan-penjelasan mengenai ekonomio neo-klasik tradisional yang sebagian besar mempersoalkan bentuk/keadaannya, jangkauan dan pembatasan-pembatasannya alam menghadapi problema-problema yang komplek dan multi dimensional dalam pembangunan dunia ketiga.
1.4 Sistem-Siatem Sosial Dunia Ke tiga Merupakan Bagian Dari Sistem Sosial Internasional Interdevenden
Aspek yang penting dari hubungan adalah fenomena domininansi dan devendensil/ketergantungan yang banyak dapat diantara negara-negara maju an kurang maju.





BAB 11
BERBAGAI STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK UMUM NEGARA-NEGARA YANG SEDANG BERKEMBANG
2.1 sebuah Tinjauan Berbagai Struktur Ekonomi dunia Ke Tiga
Struktural negara-negara yang sedang berkembang ada tujuh komponen besar : Terutama perbedaan-perbedaan di negara Afrika, Asia, Amerika Latin.
1. ukuran dan tingkat penghasilan
Ukuran fisik dari suatu negara, populasinya, tingkat penghasilan nasional perkapita, adalah faktor penentu yang penting dari potensi ekonominya dan faktor penting yang membedakan negara- negara dunia ketiga dengan negara lainnya.
Latar Belakang Historis
Pada umumnya, bangsa Afrika dan Asia pernah menjadi bangsa jajahan Eropah Barat, karena itu negara yang ada di Afrika baru-baru ini memperoleh kemerdekaan, agaknya lebih banyak berurusan dengan konsilidasi dan perubahan ekonomi nasional mereka sendiri dan struktur politik.
2. Persediaar Sumber-Sumber Fisik Dan Daya Manusia.
Keadaan dan watak sumber daya manusia dari suatu negara adalah faktor penentu yang amat penting dalam struktur ekonominya dan masalah ini sudah tcentu akan berbeda dari suatu kawasan dengan lainnya.
3. Kepentingan Yang Relatif Terhadap Sektor Pemerintahan Dan Swasta.
Dalam keadaan perekonomian yang yang di dominasi oleh sektor pemerintah, proyek-proyek, investasi pemerintah yang langsung dan program-program besar pembangunan desa, biasanya diutamakan dan didahulukan sedangkan perekonominan yang di dominasi pada sektor swasta kebijaksanaan-kebijaklsanan pemerintah dimaksudkan untuk menghimbau atau mengajak para pcengusaha swasta untuk lebih banyak mempergunakan tenaga kerja melalui tunjanganm-tunjangan atau bantuan-bantuan pajak khusus.
5 Struktur Perindustrian
Struktur dan tingnkat interdependensi antara sektor-sektor perindustrian yang pertama (pertanian,kehutanan,dan perikanan), yang kedua (perindusxtrian secara umum) yang ketiga (perdagangan, keuangan,pengangkutan dan jasa)
6 Ketergantuingan Terhadap Kekuatan Luar : Ekonomi,Politik ,dan kultural
Dalam beberapa hal ketergantungan ini menyentuh hampir setiap sendi kehidupan, negara-negara kecil pada umumnya sangant tergantung pada perdagangan luar negri mereka enggan negara-negara maju hampir semuanya tergantung pada importasi dan sering kali teknologi untuk produksi yang kurang sesuai, kenyataan ini sendiri menelipkan pengaruh yan luar biasa pada pertumbuhan karakterdalam negara-0negara yang tcergantung ini.
7. Struktur Politik, Kekuasaan dan kelom[ppok-kelompok Interest
Bahwa pembangunan ekonomi dan sosial acapkali tidak mungkin dilaksanakan tanpa melalui perubahan-perubahan yang bcerkaitan dengan institusi lembaga sosial,politik dan ekonomi suatu negara.
2.2 Karateristik-Karakteristik Umum Negara-Negara berkembang
1. Tingkat Kehidupan Yang Rendah
Tingakat kcehidupan yang rendah ini dimenifestasikan secara kuantitatif dan kualitataif dalam bentuk pendapatan yang rendah
2. Tingkat Produktifitas Yang Rendah
Untuk meningkatkan produktifitas menurut argument ini, tabungan-tabungnan negri dan keuangan dari luar negri haruslah dimobilisasi untuk mempercepat investasi baru dalam barang-barang mpoal fisik dan juga untuk menyediakan stok/modal tenaga manusia.
3 Tingkat Pertumbuhan Populasi dan Beban Tangungan Yang Tinggi
4 Tingginya Perkembangan Pengangguran dan Pengangguran Semu
5 Ketergantungan Terhadap Produksi Pertanian dan Produk Ekspor
A Pertanian skala kecil
B Ketergantungan pada ekspor
6 Dominansi,Dependensidan,valnurability dalam hubungan-hubungan internasional
BAB 3
ARTI PEMBANGUNAN
Dalam pengertian yang paling mendasar pembangunan itu harus mencakup masalah-masalah materi dan finansial dalam kehidupan orang,. Karena itu pembangunan harus diselidiki sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorganisasi dari semua sistem ekonomi dan sosial
3.1 Dua Macam Pendekatan Yang Penting Mengenai Studi Pembangunan
1. Model Tingkat Jenjang Linear
a. Tingkat jenjang pertumbuhan menurut Rostow :
Tingkat jenjang-jenjang ini bukan hanya diskriftif dan bukan hanya satu cara mnenjeneralisasi penelitian suatu factual mengenai hubungan pembangunan masyarakat modern, tingkat jenjang ini mempunyai logika yang mendalam dan kesinambungan yang pada akhirnya tingkat/jenjang-jenjang ini menyangkut kedua-duanya, jika masih terbagi-bagi yaiyu teori mengenai sejarah modern secara keseluruhan.
2. Model-model Strukturalis Internasional
Ada dua jalur pemikiran dalam mocdel strukturalis internasional ini
a. Model Dependensi Neo-klonial
Yaitu pertumbuhan dari pemikiran Marxis ialah eksistensi dan memelihara keterbelakangan dunia ketiga terutama sekali terhadap evolusi histories mengenai sistem kapitalis internasional yang betul-betul tidak ama dalam hubungan negara-negara kaya dan miskin.
3.2 Dualisme an Konsep Masyarakat Ganda
Konsep cdualisme ini meliputi empat komponen yaitu :
A Perbedaan tata kondisi yang sebagian merasa supersior/lebih dari segala hal.
B koeksisitensi adalah suatu yang kronis dan bukan hanya semata-mata transisi.
C Tinngkat supersuoritas/ inferoritas tidak hanya gagal m,enunjukkan berkurangnya bahkan terdapat tendensi meningkat.
D interelasi antara elemen-elemen superior dan inferior sedemikian rupa yang eksistensi elemen superior hanya sedikit sekali bahkan tidak menyangkut elemen inferior.
1. Dualisme Internasional
Empat komponen dualisme ini memberikan deskripsi yang mendekati sempurna mengenai situasi sekarang didalam sisitem ekonomi internasional,pertama : terdapat perbedaan-perbedan yang besar alam pendapatan perkapita dan koeksistensi tingkat kehidupan yang ada diantara negara-negara yang sangat berbeda suku, benua, dan iklim. Kedua ; perbedaan-perbedaan ini jelas bukan masalah yang baru, tetapi masalah yang sudah kronis. Ketiga ; perbedaan-perbedaan ini menunjukkan tanda-tanda yang lebih banyak meningkat dari pada menurun atau berkurang , keempat ; interelasi antara negara yang kaya dan miskin dalam ekonomi internasional.
2 Dualisme domestik (Dalam negri)
Pertama standar kehidupan sangat berbeda, kedua :ko-eksistensi daerah kecil yang modern ditengah-tengnah masyarakat tradisional, ketiga : celah diantara orang kaya dan miskin, terakhir efek-efek yang luas antara meningkatnya kekayaan dari daerahdaerah modern dan perbaikan taraf hidup alam masyarakat tradisional tidak begitu jelas dalam semua hampir negara yang kurang maju.
3.3 Apa yang kita maksudkan dengan pembangunan
1. ukuran- ukuran ekonomi tradisional
2. pandangan ekonomi yang baru tentang pembangunan
3. keluar dari kriteria ekonomi yang sempit
4. ada tiga nilai-nilai hakiki dalam pembangunan
a kebutuhan untuk bisa hidup
b Harga diri sebagai manusia
c bebas dari perbudakan
5 Tiga sasaran pembangunan
- meningkatkan persediaan dan memperluas pembagian/ pemerataan baha-bahan pokok yang dibutuhkan untuk bisa hidup
- mengangnkat taraf hidup, termasuk menambah dan mempertinggi penghasilan, penedian lapangan kerja yang memadai
- memperluas jangkauan pilihan ekonomian sosial bagi semua individual an nasional
3.4 Keterbelakangan dan Pembangunan ; Suatu ikhtisar skematis multidimensional
Mengambarkan usaha secara skematis untuk memperlihatkan dan mengikhtisatrkan beberapa aspek ekonomi dan non ekonomi yang penting .





BAB 4
PERTUMBUHAN HISTORIS DAN PEMBANGUNAN SEKARANG PELAJARAN-PELAJARAN DAN PERDEBATAN-PERDEBATAN
4.1 Pertumbuhan Ekonomi : Beberapa Konsep Dasar Dan Ilustrasi
Faktor-faktor atau komponen-komponen pertumbuhan ekonomi yang pentng dalam masyarakat mana saja adalah :
1. Akumulasi Modal, termasuk semua investasi baru dalam bentuk tanah, peralatan fisik dan sumber daya manusia
2. Perkembangan populasi, dan karenanya terjadi pertumbuhan dalam angkatan kerja walaupun terlambat.
3. Kemajuan Teknologi, adalah hasil dari cara-cara baru yang telah diperbaiki dalam melakukan pekerjan-pekerjaan tradisional
4.2 Catatan sejarah : ada enam karakteristik pertumbuhan ekonomi modern menurut kuznets
Profesor Simon Kuznets, orang yang menerima hadiah novel dalam ilmu ekonomi tahun 1971, karena kepeloporannya mengukur dan menganalisa sejarah pertumbuhan pendapatan nasional dalam Negara-negara yang sudah maju, telah menentukan pertumbuhan ekonomi suatu Negara sebagai kemampuan dalam jangka panjang untuk mensuplai berbagai benda ekonomi yang terus meningkat kepada rakyatnya, pertumbuhan kemampuan ini atas dasar kemajuan teknologi , institusional dfan penyesuaian ideology yang diperlukannya.
Keenam karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :
1. tingginya tingkat pertumbuhan output / luaran perkapita dan populasi
2. Tinginya tingkat perumbuhan produktivitas
Kemajuan teknologi termasuk meningkatkan fisik dan sumber-sumber daya manusia yang ada menyebabkab besarnya peningkatan dalam PNK perkapita.
3. Tinginya transformasi Struktural Ekonomi.
4. Tingginya tingat Transformasi sosial,politik dan ideology
Uraian- uraian mengenai karakteristik sebagai berikut :
A Rasionalitas substitusi metode-metode modern, cara berfikir bertindak, berproduksi, disribusi dan memberikan konsumsi bagi praktek-praktek kuno dan tradisional.
B Perencanaan yaitu : mencari system pelaksanan kebijaksanaan yang terkoordinasi dan tradisional
C Persaman social dan ekonomi,yaitu peningkatan persamaan dalam status dalam kesempatan- kesempatan memperoleh kekayaan,penghasilandan tingkat kehidupan
D Perbaikan sikap-sikap dan lembaga-lembaga
5. Jangkauan yang Dicapai Ekonomi Internasional
6 Luasnya perumbuhan ekonomi Internasional Masih Terbatas
Pertumbuhan ekonomi yang cepat memungkinkan penelitian dasar-dasar ilmiah yang pada gilirannya membawa penemuan-penemuan dan pembaharuan-pembaharuan teknologi yang mendorong pertumbuhan ekonomi selanjutnya.
4.3 Terbatasnya Nilai Pengalaman sejarah Peretumbuhan : kondisi-kondisi sebelumnya yang berbeda-beda.
Ada delapan perbedaan yang besar dalam kondisi-kondisi terdahulu perbedaan yangbanyak memerlukan analisa yang perlu di ubah mengenai prospek-prospek pertumbuhan dan kebutuhan-kebutuhan pembangunan ekonomi modern :
1. Persediaan sumber daya baik fisik maupun tenaga manusia
2. Pendapatan perkapita dan tingkat PNK dalam hubungannya dengan Negara lain di dunia.
3. Perbedaan-perbedan iklim
4. Jumlah populasi, pemerataan dan pertumbuhan
5. Peranan sejarah Migrasi internasional
6. Pertumbuhan stimulus perdagangan internasional
7. Penelitian dasar ilmu dan teknologi serta kemampuan penngembangannya
8. Lembaga-lembaga social dan politik yang stabil dan pleksibel
BAB 5
PERTUMBUHAN KEMISKINAN DAN PEMERATAAN PENDAPATAN
5.1 Beberapa konsep Dasar : Ukuran dan Fungsional Pemerataan Pendapatan
1. Ukuran Pemeratan
Pemeratan Penghasilan pribadi atau ukuran merupakan yang paling umum dipergunakan oleh para ahli ekonomi, ukuran ini hanya berkenan dengan masing-masing pribadi dan jumlah penghasilan yang mereka terima, bagaimana cara mendapatkan penghasilan tersebut tidak dipertimbangkan
2. Kurpa Lorenz
Kurva Lorenz memperlihatkan hubungan kuantitatf yang actual (yang sebenarnya) antara persentase penerima penghasilan dan persentase jumlah penghasilan yang mereka terima
3 Koefisien Gini dan Ukuran Bersama Ketimpangan
Koefisien Gini adalah persamaan ukuran ketimpangan dan bias berbeda-beda (bervariasi) dari nol (persamaan yang sempurna) sampai satu titik ketimpangan yang sempurna
4 Pemerataan fungsional
Ukuran pemerataan penghasilan kedua yang imum digunakan oleh para ahli ekonomi adalah fungsional atau pemeratan bagian factor yang berusaha menjelaskan pembagian dari jumlah pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing factor produksi
5.2 Sebuah Tinjauan terhadap Bukti : Ketimpangan dan Kemiskinan Absolut dalam Negara-negara dunia ketiga
1. Ketimpangan : Bervariasi antara masing-masing Negara
2. Kemiskinan Absolut : Luas dan Dalamnya
Baha tingginya penghasilan perkapita bukanlah jaminan tidak adanya kemiskinan absolute, karena pembagian penghasilan yang meluas sampai kepersentase populasi yangpaling rendah itu biasa sangat berbeda-beda dari satu Negara dengan Negara lainnya.
5.3 Karakteristik ekonomi Dari kelompok-kelompok miskin
Pengertian tentang keadan besarnya/ukurannya pemeratan penghasilan adalah sentral bagi semua analisis problem kemiskinan dalam Negara-negara yang berpenghasilan rendah
5.4 Pertumbuhan Ekonomi dan Luasnnya kemiskinan
Profesor Kuznets orang yang sangat dihargai atas kepeloporan analisisnya mengenai pola-pola pertumbuhan sejarah Negara-negara sekarang yang sudah maju telah mengemukakan bahwa dalam tingkat permulaan pertumbuhan ekonomi pemeratan penghasilanakan cendrung rusak/jelek, kemudian dalam tingkat selanjutnya akan menjadi lebih baik, ternyata dampak yang principal dari pertumbuhan ekonomi terhadap dalam pemeratan penghasilan, secara rata-rata adalah mengurangi kemiskinan yang absolute dan penghasilan yang relative membaik bagi si miskin
5.5 Menentukan Kembali Sasaran-sasaran pembangunan Peretumbuhan Dengan memperbaiki Pemeratan Penghasilan
Bahwa strategi pembangunan menghendaki tidak hanya mempersoalkan kepentingan yang menyangkut akrelasi pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga membahas masalh-masalah yang langsung menyangkut perbaikan materi standar kehidupan bagi mereka yang ergolongdalam segmen besar dari populasi dunia ke tiga yang sebagian besar telah dilalui oleh pertumbuhan ekonomi dalam dua decade yang lalu
5.6 Peranan analisis Ekonomi : Redistribusi Pertumbuhan
1 Pertumbuhan versus Pemeratan Penghasilan
A argument tradisional Pembagian factor, tabungan dan pertumbuhan ekonomi
Argument dasar ekonomi yang membenarkan ketimpangan –ketimpangan dalam penghasilan pribadi dan penghasilan bersama yang tinggi merupakan kondisi yang perlu untuk menabungyang akan memungkinkan penanaman modal dan menumbuhkan ekonomi melalui suatu mekanisme
B Argumen Balik
Ada empat alasan yang umum mengapa banyak para ahli ekonomi pembangunan sekarang percaya argument di atas adalah tidak benar dan mengapa persaman/ keadilan yang lebih merata dalam Negara-negara yang sedang berkembang sebenarnya bias menjadi kondisi pertumbuhan ekonomi yang ditopang dan dipelihara sendiri, pertama : secara umum didukung oleh kekayaandata dari pengalaman yang baru yang tlahdibuktikan, kedua : rendahnya penghasilan dan tingakat kehidupan yang tercermin dalam tingkat kesehatan, gizi, dan pendidikan yang sanagt buruk bias merendahkan produktivitas ekonomi mereka. Ketiga : Menyangkut tingakat penghasilan akan merangsang peningkatan permintan akan barang-barang kebutuhan pokk yang diproduksi dalam negri secara keseluruhan seperti makanan dan pakaian. Keempat : Pemeratan penghasilan yang lebih adil yang lebih dicapai melalui pengurangan kemiskianan masyarakat bias merangsang perluasan ekonomi secara sehat dngan memberikan intensif yang berupa benda maupun materi
2 Menggabungkan pertumbuhan Ekonomi dan Pemeratan
Apabila kita menganalisa determinan-determinan yang nyata mengenai pemeratan penghasilan yang sangat timpang, maka yang sangat timpang itu adalah pemeratan pemilikan kekayn/harta yang produktif seperti tanah danmodal dalam segmen-segmen yang berbeda dalam masyarakat dunia ketiga yang pada umumnya menyebabkan perbedaan penghasilan yang bcesar sekali antara sikaya dan simiskin
5.7 Luasnya pilihan kebijaksanaan : Beberapa pertimbangan pokok
1 Bidang-bidang intervensi
- Pemerataan fungsional hasil hal bagi tenaga kerja, tanah dan modal seperti yang telah ditentukan oleh harga-harga factor tingkat penggunannya dan pembagian yang konsekuen dari penghasilan nasional yang meluas sampai kepada pemilik-pemilik dari masing-masing factor tersebut
- Pemeratan ukuran, pemerataan penghasilan fungsional dari suatu ekonomi
- Memoderatkan (mengurangi) pemerataan ukuran pada golongan- golongan tingkat atas, melalui system perpajakan progresif terhadap pendapatan an kekayaan
- Meningkatkan pemeratan ukuran pada golongan-golongamn tingkat bawah, melalui pembelanjaan/ pengeluaran pemerintah dari hasil pajak
2 Pilihan-pilihan Kebijaksanaan
- Mengubah pemeratan penghasilan fungsional melalui kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dirancang untuk menggantui harga factor relative
- Memperbaiki ukuran pemeratan melalui pemeratan pemilikan kekayaaan
- Mengubah(mengurangi) ukuran pemeratan pada golongan tingkat atas melalui system pajak pendapatan dan pajak yang progresif
- Memperbaiki (meningkatkan) ukuran pemerataan pada golongan tingkat bawah melalui transfer pembayaran-pembayaran langsung dan penyediaan/ pemberian barang-barang dan jasa untuk umum.

BAB 6
MASALAH POPULASI
6.1 Masalah dasar Pertumbuhan Populasi Dan Kualitas Kehidupan
Bagaimanakah situasi populasi dalam berbagai Negara dunia ketiga mengkontribusikan kepada atau mengumpat ari kesempatan-kesempatan mereka melaksanakan sasaran-sasaran pembangfunan, bukan hanya untuk generasi sekarang saja tetapi juga untuk generasi yang akan datang
6.2 Sebuah tinjauan mengenai Jumlah Pertumbuhan Populasi dulu, sekarang, dan yang akan datang
1 Pertumbuhan populasi dunia menurut sejarah
Bahwa pertumbuhan populasi sekarang ini terutama sekali adalah hasil dari transisi yang cepat dari era histories yang panjang ditandai dengan tinginya tingkat kelahiran dan kematian, kepada era tingkat kematian yang menurun seara tajam, sedangkan tingkat kelahiran terutama sekali di Negara dunia ketiga tidak terlalu banyak menurun dari ketingian tingkat historisnya
2 Struktur Populasi Dunia
A Daerah Geografis
Dari jumlah populasi dalam tahun 1977, lebih ari dua pertiga hidup dinegara-negara yang sedang berkembang dan kurang dari sepertiga dinegara-negara secara ekonomis sudah maju
B Gejala-gejala kelahiran dan Kematian
Peningkatan/penambahan biasa/alamiah hanya mengukur akses kelahiran atas kematian,atau dengan istilah yang lebih teknis, selisih antara tingkat kelahiran dan tingkat kematian
C Struktur Umum Dan BebanTanggungan
3 Momentum yang tersembunyi Pertumbuhan populasi
Ada dua alasan pokok mengenai momentum yang tersembunti ini
Pertama, tingginya tingkat kelahiran tidak bisa diubah secara substansial sedangkan yang kedua : alas an ini kurang jelas bagi momentum yang tersembunyi teantang pertumbuhan populasi yang berhubungan dengan struktur umur dari populasi di Negara-negara yang sedang berkembang.
6.3 Perdebatan Tentang Populasi Beberapa Perbedan Pendapat
1 Pertumbuhan Populasi bukanlah suatu problema yang riil
Tiga macam argument umum dari individual-individual terutama sekali dari Negara-negara dunia ketiga yang menyatakan ;
- Bahwa problemnya bukanlah pertumbuhan populasi, tetapi ada masalah lain
- Bahwa pertumbuhan populasi itu adalah masalah tiruan/buatan yang dengan sengaja diciptakan oleh lembaga-lembaga dan perwakilan-perwakilan Negara kaya yang dominant
- Bahwa bagi berbagai Negara dan kaasan yang sedang berkembang, pertumbuhan populasi itu malahan di kehendaki
2 Pertumbuhan Populasi suatu problema yang riil
- Melaksanakan keluarga berencana
Bahwa pembangunan ekonomi dan social adalah kondisi yang diperlukan untuk memungkinkan bias memperlambat atau menghentikan pertumbuhan populasi dengan rendahnya tinkat kelahiran dan kematian
- Hak-hak asasi manusia
- Pembangunan plus Program populasi
Berikut ini memberikan tambahan komponen yang esensial bagi pendapat menegnah atau consensus ini :
A Pertumbuhan populasi bukanlah merupakan penyebab utama dari rendahnay tingkat kehidupan, besarnya ketimpangan atau terbatasnya kebebasan memilih yang sudah menjadi cirri sebagian besar di Negara-negara dunia ketiga
B Problema, populasi bukanlah hanya sekedar persoalan jumlah, melainkan juga persoalan kualitas kehidupan manusia dan kelengkapan materilnya
C akan tetapi pertumbuhan populasi yang cepat memang menimbulkan problema-problema kerbelakangan yang hebat, dan menimbulkan prospek-prospek pembangunan yang lebih luas
D banyak problema-problema yang nyata mengenai populasi, timbul bukan karena dari jumlah keseluruhannya, tetapi daripenentuan-penentuannya .
6.4 Sasaran dan Tujuan : Terhadap Konsensus
Terlepas dari pendapat-pendapat yang timbul secara diametric merupakan argument-argumen yang saling bertentangan antara mereka yang setuju dan yang menentang pertumbuhan populasi timbul pula suatu gagasan yang umum suatu usul atau pendapat penengah yang bisa di sepakati oleh kedua pihak, ialah dengan pengecualian yang mungkn bagi mereka yang mengajukan versi-versi ekstrem, baik dari pihak rajawali ataupun pihak yang pronatalis

BAB 7
EKONOMI, POPULASI DAN PEMBANGUNAN
7.1 Teori transisi Demografis
Teori transisi demografis yang berusha menerangkan mengapa semua Negara sekarang yang sudah maju, sedikit atau banyak melalui tiga jenjang/tingkat yang sama dengan sejarah populasi modern.
7.2 Teori Maltus “Perangkap Populasi’
1 Model Dasar
Reverend Thomas Maltus telah mengetengahkan sebuah teori mengenai hubungan antara pertumbuhan populasi dan pembangunan ekonomi yang sampai sekarang masih berlaku, dalam tahun 1798, ia menulis Essay on he principle of population, dan mengambarkan konsep pengertian tentang kekurangannya atau menciutnya penghasilan, Maltus mengambarkan tendensi yang universal populasi dari suatu Negara, jika tidak dicegah dengan cara mengurangi atau berkurangnya persedian bahan makanan, maka populasi akan berkembang secara geometris
7.3 Teori ekonomi Mikro Mengenai Fertilitas
1 pertimbangan-pertimbangan umum
Dalam melakukan usaha ini, para ahli tersebut menggunakan teori neoklasik tradisional tentang kebiaaan-kebiasan rumah tanga atau konsumen sebagai modal dasar analitik meeka, dan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi dan optimasi untuk menjelaskan keputusan-keputusan tentang jumlah keluarga.
Teori konvensional tentang kebiasaan/tingkah laku konsumen baha menganggap seorang individual dengan aneka ragam selera atau kesenangan dalam berbagai barang, dalam aplikasi teori ini dengan anlisis pertilitas, anak-anak dianggap sebagai barang konsumsi yang khususdengan demikian fertilitas menjadi respons ekonomi yang rasional terhadap permintaan konsumen (keluarga) untuk anak-anak relative trhadap barang- barang lain
3 Implikasi-implikasi bagipembangunan dan fertilitas
Efek kemajuan social dan ekonomi dalam rangak menurunkan fertilitas dinegara-negara yang sedang berkembang akan besar sekali dimana mayoritas populasi dan erutama sekali yang paling sedikit mendapat bagian keuntungannya
7.4 Beberapa Pendekatan Kebijaksanaan
Tiga bidang kebijaksnaan yang bisa mempunyai pengaruh penting baik langsung maupun tidak langsung terhadap poopulasi dunia yang sekarang dan yang akan dating :
- Kebijaksanaan-kebijaksanaan umum dan spesifik yang bisa dilakukan oleh pemerintah di Negara-negara yang sedang berkembang untuk mempengarihi, bahkan barangkali bisa mengendalikan pertumbuhan dan pemerataan populasi mereka
- Kebijaksanaan-kebijaksanaan umum dan spesifik
- Cara-cara yang spesifik yang bisa dilakukan oleh pemerintah Negara-negara maju beserta kantor-kantor perakilan internasional untuk membantu Negara-negar berkembang untuk mencapai tujuan-tujuan kebijaksanaan populasi mereka apapun bentuknya dalam waktu yang sinkat mungkin
Marilah kita coba membaha permasalahan secara satu persatu
1 apa yang bisa dilakukan oleh negar-negara yang sedang berkembang
Pada pokoknya pemerintah bisa berusaha dalam mengendalikan kelahiran melalui lima cara :
- mereka bisa berusaha menganjurkan orang-orang untuk mempunyai keluarga kecil melalui media komunikasidan proses pendidikan
- Melaksankan program-program keluarga berencana untuk kesehatan dan memberikan pelayanan-pelayanan kontraseptif guna mendorong kebiasaan/tingkah laku yang di inginkan
- Mereka dengansengaja memanipulasi insentif dan disentif ekonomi
- Mengatur kembali pemerataan populasi mereka dari daerah perkotaan yangberkembang terlalu cepat sebagi akibat dari urbanisasi masal migrasi interen dengan mengurangi ketidakseimbangan kesempatan-kesempatan ekonomi dan social yang terjadi didaerah perkotaan dibandingakn dengan daerah pedesaan
- Pemerintah bisa berusaha secara langsung memaka masyarakat agar memperkecil jumlah keluarga dengan kekuasaan legislasi Negara dan hukuman untuk alasan-alasan tertentu
2 Bagiman Negara-negara maju bisa membantu Negara-negara berkembang dalam program populasi mereka yang berbeda-beda
Yang pertama adalah seluruh bidang penelitian teknologi mengenai pengendalian fertilitas,tablet kontraseptif,alat-alat inern modern(IUD), prosedur sentralis sukarela dan lain-lain, penelitian seperti ini sudah dilakukan secara bertahun-tahun hamper semuanya dibiayai oleh organisasi donor internasional. Usaha-usaha berikutnya memperbaiki efektifitas teknologi kontraseptif ini sambil memperkeci resiko-resiko kesehatan yang perlu digalakkan terus.
Bidang kedua meliputi : bantuan keuangan oleh negar-negara kaya untuk keperluan program keluarga berencana, pendidikan umum, dan kegiatan-kegiatan penelitian kebijaksanaan populasi nasional di Negara-negara yang sedang berkembang
BAB 8
PENGANGGURAN BEBERAPA PERMASALAHAN DIMENSI DAN ANALISIS
Oleh karena itu problema kita pekerjaan negar-negara di dunia ketiga menyangkut berbagai bidang yang membuatnya agak unik dari segi histories dan banyak tergantung pada berbagai analisis ekonomi yang bebas dan luas, ada tiga alasan penting dalam masalah ini ;
- Pengangguran dan pengangguran semu yang tetap dan kronis dari angkatan kerja di Negara-negara yang sedang berkembang
- sebab-sebab yang menimbulkan problema pekerjan dinegara dunia ketiga jauh lebih kompleks dari pad apa yang terdapat di negar-negara maju
- apapun dimensi dan sebab-sebab pengngguran di negar-negara dunia ketiga keadaan manusia yang miskin dan hina seta taraf hidup yang sangat rendah sekali
8.1 dimensi-dimensi pengangguran di dunia ketiga : bukti dan konsep-konsep
1 Pekerjan dan pengangguran : Gejala-gejalanya dan proyeksi-proyeksinya
Sebagi problema yang cukup serius khususnya pertumbuhan pengangguran dan pengangguaran semu didaerah-daerah perkotaan terutama sekali telah memberikan lonceng tanda bahaya dan sebagi suatu sebab pertunbuhan masalah bagi hamper semua Negara di dunia ketiga
2 Pertumbuhan populasi didaerah perkotaan
Bahwa tidak ada pertumbuhan populasi yang akan lebih dramatis dari pada dikota-kota besar dalam negar-negar yang sedang berkembang
3 Angkatan kerja : keadaan sekarang dan perkiran yang akan datang
Jumlah orang-orang yang mencari pekerjan di Negara-negara sedang berkembang terutama sekali tergantung pada jumlah dan kompesisi umur populasinya. Proses yang berhubungan dengan gejala-gejala dalam suatu pertumbuhan populasi terhadap pertumbuhan penduduk asli. Ada dua hal yang menarik perhatian khusus :
Pertama : betapapun besarnya pertumbuhan tingkat populasi, komponen fortalitas dan molaritas mempunyai arti sendiri, sedangkan yan kedua : dampak menurunnya fertalitas terhadap jumlah angkatan kerja dan struktur umum akan trasa dalam waktu yang agak lama walupun penurunannya cepat.
4 Tenaga kerja yang tidak dapat bekerja : beberapa definisi dan Distingsi/ketentuan
Oleh karena itu Edwerd membedakan antara lima bentuk pengangguran sebagi berikut :
- pengangguran terbuka,yaitu mereka yang tidakl mau bekerja
- Pengangguran semu, yaitu mereka yangbekerja kurang dari apa yang semestinya mereka kerjakan
- Kelihatannya aktif, tetapi tidak progretif
- Tenaga yang merugikan, adalah mereka yang mungkin bekerja purna aktu, tetapi intensitas kerjanya itu sangat merugikan karena kekurangan gizi atau kurangnya pengobatan propentif
- Tenaga-tenaga yang tidak produktif
8.2 Model-model ekonomi mengenai Determinasi Pekerjaan
1 Model Pasar Bebas Kompetitif Tradisional
- Upah yang pleksibel dan pekerjaan penuh
- Pembatasan-pembatasan model kompetitif bagi Negara-negara berkembang
2 Pertumbuhan Out Put / luaran dan pekerjaan : Konflik atau Kongruen (berbeda atau sama)
- Model/ teori pertumbuhan dan tingkat pekerjaan : Argumen yang konflik/ berbeda
- Pertumbuhan dan pekerjaan : argumen yang sama
Pada umnya kenaikan dalam produktifitas enaga kerja memanga di kehendaki, akan tetapi yang dikehendaki aalah peningkatan jumlah factor produktifitas
3 Teknologi yang sesuai dan Generasipekerjaan : Model inensif harga
- memilih teknik-teknik
menurut teori ini, kombinasi-kombinasi modal atau tenaga kerja yang optimum yang ditentukan oleh factor yang relative
- distori-distori harga factor dan teknologi yang sesuai
- kemungkinan-kemungkinan substitusi/ penggantian tenaga modal
BAB 9
MIGRASI DARI DESA KE KOTA : TEORI DAN KEBIJAKSANAAN
9.1 Migrasi dan Pembangunan
Migrasi membantu meringankan/ mengurangi structural pedesaan perkotan yang tidak seimbang dengan dua cara yang langsung : pertama, dari segi pengadaan meningkatkan laju pertumbuhan pencari kerja di kota-kota relative dengan pertumbuhan populasi kota, yang pertumbuhan itu sendiri secara historis belum pernah trjadi karena proposisinya banyak terdiri dari tenaga- tenaga mud yang berpendidikan tinggi yang mendominasi arus migrasi ini. Kemudian yang ke dua : dari segi permintan/ kebutuhan menciptakan lapangan kerja di perkotan pada ummunya lebih sulit dari pada di pedesaan, karena membutuhkan sumber-sumber input/masukan komplementer yang substansial untuk hamper semua pekerjan di sector industtri
9.2 Teori Lewis Mengenai Pembangunan
1 Teori/ model dasar, menurutnya ekonomi itu sendiri terdiri dari dua factor :
- sector substitusi pedesaan tradisional, yang ditandai dengan produktifitas yang sangat rendah, surplus enaga kerja
- sector industri perkotan moderan, yang tingi produktifitasnya kesinilah tenaga kerja dari pedesaan/ sector substitusi di pindahkan secara bertahap
9.3 Migrasi Dalam Negara-negara yang sedang Berkembang : Beberapa Faktor Umum
1 Proses Migrasi
Factor-faktor yang mempengaruhi keputusan untuk melakukan migrasi sangat banyak dan kompleks
- Faktor-faktor social, ermasuk keinginan migrant untuk keluar dari lingkungan paksaan-paksan tradisional organisasi-organisasi social
- Faktor-faktor fisik, termasuk keadaan cuaca dan bencana alam
- Faktor-faktor dekografis, termasuk pengangguran tingkat kematian dan tingkat pertumbuhan populasi di daerah pedesaan
- Faktor-faktor cultural, termasuk keamanan hubungan keluarga yang luas didaerah perkotan dan bujukan dari apa yang disebut kegemerlapn kota
- Faktor-faktor komunikasi, sebagai hasil dari transformasi yang sudah di perbaiki, system-sistem pendidikan yang berorientasi kepada perkotaan dan dampak modernisasi-modernisasi
9.4 Mengenai teori ekonomi migrasi dari desa ke kota
1 Deskripsi verbal dari Todaro
Teori ini bermula dari asumsi bahwa pertama kali migrasi merupakan fenomena ekonomi yangbagi masing-masing migran bisa menjadi keputusan/ tindakan yang rasional yang menimbulkan eksistensi pengngguran di kota. Teori atau medel todaro ini menggambarkan penghasilan-penghasilan migrasi dalam responnya terhadap perbedaan-perbedaan di kota dan di ds yang diharapkan lebih baik dari pad penghasilan-penghasilan yang sebenarnya.
Untuk menyimpulkan Teori medel Todaro mengenai migrasi ada empat karaktristik pokok :
- Migrasi terutama sekali dirangsang oleh pertimbangan- pertimbangan ekonomis yang rasional
- Keputusan-keputusan untuk melakukan migrasi tergantung pada upah riel yang lebih besar yang bia diharapkan antara di desa dan di kota
- Kemungkinannya memperoleh pekerjaan di kota adalah sebaliknya, yaitu berhubungan dengan tingkat pengngguran di kota
- Tingkat migrasi yang melebihi tingkat pertumbuhan kesempatan kerja di kota, bukan hanya mungkin, tetapi juga rasional
2 Beberapa implikasi kebijaksanaan
- perlunya mengurangi atau menghilangkan ketidakseimbangan dalam kesempatan-kesempatan memperoleh pekerjaan di daerah perkotan dan di pedesaan
- Penciptan lapangan kerja di kota bukanlah penyelesaian yang tepat untuk mengatasi problema penganguran di kota itu
Tidak membedakan perluasan pendidikan akan menjurus kepada migrasi dan pengangguran lebih jauh
- Subsidi-subsidi upah dan harga factor kejerangan tradisional bisa menjadi konter produktif
- Program pembangunan desa terpadu yang harus digalakkan

BAB 10
TRANSFORMASI PERTANIAN DAN PEMBANGUNAN DESA
10.1 Strategi Pertanian Dalam Dekade Pembangunan
Dunia Pertanian sebenarnya terdiri dari dua jenis prtanian yang sangat berbeda :
- pertanian yang sangat efisien dinegara-negara yang sudah maju
- Pertanian yang tidak efisien dan rendah produktifitasnnya dinegara-negara yang sedang berkembang
10.2 Pembangunan ekonomi skala Kecil : transisi dari pertanian subsistensi kepertanian spesialisasi
Ada tiga jenjang tingkat dalam evolusi produksi pertanian :
Pertama : yang paling primitive dan murni adalah pertanian substensi produktifitas rendah, yang kedua : tingkat yang dapat disebut Diversifikasi (penganekaragaman ) atau pertanian campuran yang sebagian dari hasilnya untuk dimakan sendiridan sebagiannya lagi untuk dijual disektor Komersial, yang ketiga : tingkat yang mengmbarkan pertanian modern yang produiktifitasnnya sangat tingi, pertanian spesialisasi adalah seluruhnya untuk melayani keperluan pasar komersial
10.3 Menuju Strategi Pertanian Dan Pembangunan Desa : Beberapa syrat pokok
Sumber-sumber kemajuan peretanian kecil:
- Perubahan teknik dan inovasi/pembaharuan
- Kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi pemerintah yang sesuai
- Lembaga-lembaga social yang menunjang
Kondisi-kondisi umum kemajuan Desa
- Modernisasi struktur pertanian untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pangan
- Menciptakan system penunjang yang efektif
- Mengubah keadaan lingkungan pedesaan untuk memperbaiki taraf hidup
1 Memperbaiki pertanian kecil
- Teknologi dan inovasi
- kebijaksanaan-kebijaksanaan dan kelembagaan
2 ada tiga kondisi untuk pembangunan desa
- perbaikan tata laksana tanah
- kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menunjang
BAB 11
PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN
11.1 Sebuah Profil Pendidikan dan Kawasan-kawasan yang sedang berkembang
1 Pengeluaran pemerintah dibidang pendidikan
Denagan bberusaha sekuat tenaga melalui ekanan-tekanan politis untuk memperbanyak tempat/gedung-gedung sekolah di dalam Negara-negara yang sedang berkembang
2 pendaftaran
3 Putus Skolah
Salah satup roblema pendidikan yang penting alam Negara-negara yang sedang berkembang adalah benyaknya jumlah pelajar/mahasiswa yang menglami putus sekolah
4 Penghasilan dan Biaya-biaya
11.2 Problema-problema pokok bagi pendidikan dasar dan menengah
1 kelembagaan dan tidak efisien
Problema-problema tersebut adalah banyak sekali yang berkaitan-berkaitan dengan system pendidikan yang tidak efisien dan lamban
2 Manajemen dan intensif yang berubah-rubah
Problema-problema pendidikan ini sebagian disebabkan oleh tuntutan-tuntutan social yang teliti mengenai system pendidikan yang luas melebihi dana-dana dan sumber-sumber lain yang tersedia.
3 Peraturan yang merugikan tuntutan-tuntutan social pada tingkat pendidikan dasar
Begitu pentingnya pendidikan dasar bagi pembangunan nasional dan kondisi-kondisi tertentu dalam ekonomi social, dan cultural bagi negar-negara yangsedang berkembang, maka kita haruslah memperhiungkan/membahas system-sistem yang patut dan berguna untuk semua keperluan praktek dalam struktur dan isinya tidak berbeda dari Negara-negara yang sudah maju
11.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan belajar : beberapa sebab dan konsekuensi-konsekuensinya
- Lingkunngan keluarga, termasuk tingkat penghasilan, pendidikan orang tua, kondisi rumah/tempat tinggal, jumlah anak dan lan-lain
- interaksi kelompok, yaitu jenis anak-anak yang bergaul/ berhubungan dengan individu anak itu
- personality/ kepribadian, kemampuan/kecekapan dan kepandaian yang memang diwarisi oleh anak itu
- makanan yang bergizi dan kesehatan pada waktu awal (masih bayi)
11.3 Pendidikan Ekonomi dan pekerjan
1 Tuntutan permintaan dan persediaan/ penawaran dibidang pendidikan : hubungan antara kesempatan kerka dan tuntutan-tuntutan pendidikan
Permintan dan tuntutan terhadap pendidikan sudah cukup untuk mengkualifikasikan seseorang utntuk masuk kedalam kesempatan untuk memperoleh pekerjaan di sector modern :
- Upah/ dan penghasilan yang berbeda
-kemungkinan berhasil mendapatkan pekerjan disektor modern
-Biaya-biaya pendidikan yang langsung bagi pribadi
- biaya pendidikan yang tidak langsung atau biaya kebatalan
2 Perlunya mengurangi pengaruh tiruan/Artifisal dalam tuntutan-tuntutan terhadap pendidikan : titik pertemuan antara hasil dan biaya-biaya
Untuk menetralisir terhadap pendidikan menuju tingkatan-tingkatan yang lebih realistis :
- Menjadikan badan bantuan keuangan
- Mengurangi perbedan penghasilan antara sector-sektor moderndan sector-sektor tradisional
- Menjamin bahwa spesifikasi/ uraian pekerjan minimum tidah melebihi nilai pendidikan
- Memjamin bahwa upah disesuaikan dengan pekerjan, bukan dengan pendidikan yang diperoleh
11.4 Pendidikan Masyarakat dan pembangunan : beberapa masalah
1 Pendidikan dan pertumbuhan ekonomi
Suatu evaluasi mengenai peranan pendidikan dalam proses pembangunan ekonomi harus keluar dari analisi statistic tunggal pertumbuhan bersama
2 pendidikan ketimpangan dan kemiskinan
System-sistem pendidikan di berbagai Negara yang sedang berkembang lebih banyak menciptakan peningkatan ari pada mengurangi ketimpangan-ketimpangan penghasilan itu
3 Pendidikan Migrasi intern dan fertilitas/kesuburan
Menunjukkan bahwa pendidikan mempengaruhi mobilitas enaga kerja secara langsung dan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar
4 Pendidikan dan pembangunan desa
Pembangunan desa haruslah ditinjau dalam konteks transformasi struktur ekonomis dan social, institusi-institusi hubungan dan proses di daerah pedesaan yang akan dicapai dalam jangka panjang





1 komentar: