Sabtu, 01 Mei 2010

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BERAS MISKIN DI KELURAHAN PARIT TOKAYA KECAMATAN PONTIANAK SELATAN TAHUN 2006”

BAB I
PENDAHULUAAN

A. Masalah Penelitian

1. Latar Belakang Penelitian

Tujuan dari pemerintah melakukan pembangunan adalah untuk mengurangi masalah kemiskinan,karena kemiskinan merupkan masalah pokok dan paling mendasar yang melanda penduduk Indinesian.Di Indonesia penduduk miskin pada tahun sebanyak 37,3 juta jiwa ( 17,4% ) mengalami penurunan sebanyak 1,1 juta jiwa dibandingkan tahun 2002 yaitu 38,2 juta jiwa ( 18,2% ) walaupun persentase penduduk miskin mengalami penurunan, jumlahnya masih cukup besar dan masih rentan terhadap gejolak harga terutama pangan yang disebabkan oleh kegagalan panen atau ketidakstabilan social politik. Sedangkan di Kelimantan Barat menurut Badan Pusat Statistik ( BPS ) jumlah penduduk miskin pada tahun 2003 mencapai 538,77 ribu orang dari 3,95 juta penduduk daerah ini.
Program beras untuk keluaga miskin atau yang biasa dikenal dengan istilah Raskin merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaraan keluarga miskin. Melalui program Raskin diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan dan ketahanan pangan keluarga miskin dan secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan gizi, peningkatan kesehatan, pendidikan produktivitas keluaga miskin.
Tujuan program beras untuk keluarga miskin adalah memberikan bantuan beras bersubsidi kepada keluarga miskin untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangannya dengan jumlah dan harga tertentu dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Selain itu program raskin merupakan transfer energi dalam bentuk kalori.yang dapat mendukung program lainya seperti perbaikan gizi, peningkatan kesehatan masyrakat, peningkatan kualitas pendidikan,dan peningkatan produktivitas keluarga miskin.
Program beras untuk keluarga miskin adalah program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perkindungan pada keluarga miskin melalui pendistribusian beras dengan kuantum tertentu sesuai dengan hasil musywarah tim Raskin daerah yaitu 20 KG/KK/bulan di titik distribusi dengan harga Rp. 1000/Kg.Titik distribusi dalam program Raskin adalah tempat desa/kelurahan yang dapat ditentukan ditempat lain yang di sepakati secara tertulis antara Pemda dengan Divre/ Subdivre/kanlong sebagai tempat penyerahan beras oleh satuan tugas ( Satgas ) Raskin kepada pelaksana distribusi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas lapangan keluarga berencana keluarga Parit tokoya diperoleh informasi bahwa jumlah keluarga miskin terdaftar dalam daftar nama penerima manfaat Raskin adalah 463 KK dari 781 keluaga miskin yang ada di Kelurahan Parit Tokoya. Hal ini menunjukan bahwa sebanyak 318 KK tidak mendapatkan bantuan beras miskin walupun sebenarnya mereka dinyatakan layak untuk mendapatkan bantuan dari program Raskin.
Secara umum permasalahan yang dihadapi jumlah pagu Raskin yang diterima oleh penerima manfaat belum terjangkau secara menyeluruh berdasarkan jumlah keluarga miskin yang ada. Karena pagu yang tidak ditetapkan oleh pemerintah pusat relatif lebih kecil dari realita jumlah keluarga miskin (Gakin ) penerima manfaat yang ada di Kalimantan Barat. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui dan mengevaluasi pelaksanan program beras miskin dikelurahan Tokaya.
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan utuk mengarahkan penelitian ini kearah yang lebih tepat pada objek yang diteliti maka penulis membatasi “ Evaluasi pelaksanaan Program Beras Miskin di Kelurahan Parit Tokaya Lecamatan Pontianak Selatan Tahun 2006”
3. Perumusan Masalah
Bertitik tolak dari keseluruhan uraian latar belakang masalah dan pembatasan masalah, ,akan dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : “ Bagaimana Evaluasi Pelaksanan Program Beras Miskin di Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan Tahun 2006?”
B. Tinjauan Litatur
1. Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan dalah keadaan kurang tersedianya sumber ekonomi dalm bentuk materi maupun non materi yang diperlukan untuk menunjang suatukehidupan masyarkat ( Astrid S. Susanto;1983 : 146 )
2. Kebijakan dan Evaluasi Kebijakan.
Menurut Perserikatan Bangsa – Bangsa ( United Nation,1975 ) “ Kebijakan adalah sebagai pedoman bertindak, pedoman bisa jadi sangat sederhana atau kompleks bersifat umum atau khusus, luas atu sempit, kabur atau jelas, bersifat kualitatif atau kuantatif, public atauprivat ,atau dasar pandangan bertintak auatu arah tindakan tertentu serta program mengenai aktivitas tertentu atau suatu rencana.” ( Sholichin Abdul wahab; 1997:2 )
Uraian penulis hanya memfokuskan pasa pembahasan implementasi dan evaluasi program beras untuk keluarga miskin . Berdasarkan pendapat Ripley ( dalam Guffar: 71 ). Langkah – langkah kegiatan impkementasi kebijakan sebagai berikut :
a. Interpretasi terhadap kebijakan.
b. Perencanaan implementasi program.
c. Pengorganisasian implementasi program.
d. Penyedian sarana dan prasarana.
e. Penyedian anggaran atau pendanaan .
Winarno ( 2002:608 ) mengartikan evaluasi kebijakan adalah kebijakan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir sajam,melaikan dilukan dalam keseluluhan kebijakan yang kritis dan pentinng, karena prosrs ini kan melibatkan komponen masyarakat kainya, sehingga tercipta kondisi dimana tidak ada jarak antara kebijakan public dengan masyarakat.
Adapun parameter keberhasilan program beras miskin secara teori di ukur dari:
1. Seberapa baik terpenuhinya tujuan,prosedur dan kleintasi pelayanan publik.
2. Tingkat kegiatan produktif.
3. Tidak ada keterlambatan waktu,dengan asumsi semangkin pendek waktu yang digunakan dalam aktivitas pelayanan public, semangkin tinggi tingkat kebrhasilan.
4. Kelancaran tugas, tidak ada keluhan serta komflik.
5. Kecepatan pengoperasian distribusi pelayanan,memastikan bahwa pencapaian hasil jasa dan bantuan kepada resiepen terjadi tanpa maslah ketrlambatan dan kekeliruan.
C. Aspek – Aspek Penelitian
1. Komunikasi program beras miskin
2. Pendistribusian beras miskin.
3. Pola sikap imlementor dalam pelaksanaan program RASKIN


D.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksana sosialisasi dan komunikasi program beras miskin di Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
b. Untuk mengetahui pelaksanaan pendistribusian beras miskin di Kelrahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
c. Ingin mengetahui sikap imlementor pendistribusian program Raskin di Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
2. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan menambah kajian mengenai masalah – masalah program bantuan pemerintah khususnya mengenai pelaksanaan program Raskin.
E. Metode Penelitian
a. Jenis dan Langkah Penelitian
Dalam penelitian ini mengunakan jenis penelitian deskiptif dengan jalan mendeskriftifkan sejumlah variable yang berkenan dengan masalah dan unit yang diteliti ( Sanafiah Faisal,1999:20 )
Selanjutnya memperoleh data keterangan yan diperoleh dalam penelitian ini , penulis menempuh dengan beberapa langkah sebagai berikut:
1) Penelitian Kepustakaan
2) Penelitian Lapangan

b. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik dan Pengumpulan Data
Teknih pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Observasi,yaitu pengamatan secara lansung dilokasi penelitian sehubungan dengan pelaksanaan program Raskin.
b. Wawancara, yaitu mengadakan Tanya jawab dengan informan kunci untuk mendapatkan masalah yang diteliti.
2. Alat Pengumpulan Data
Sedangkan alat upengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Pedoman observasi Yaitu suatu catatan khusus yang telah disiapkan oleh peneliti sebelumnya.
b. Pedoman wawancara, yaitu suatu daftar pertanyaan yang dijadikan pedoman untuk melakukan Tanya jawab lansung dengan infoman kunci
3. Sumber Data
Dalam penentuan sample, peneliti mengunakan teknik purposive sampling ( sampling bertujuan ). Dalam hal ini diambil 10 % dari 781 masyarakat miskin yang ada dikelurahan parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan. Adpun yang menjadi informan kunci dalam penelitian inin adalah :
a. Lurah kelurahan Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
b. Kasi ekonomi pembangunan Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
c. PLKB Kelurahan Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
4. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dilokasi kelurahan Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan dengan pertimbangan sebagai berikut :
a. Ada masalah mengenai pendistribusia beras miskin di Kelurahan Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
b. Mengenai permasalahan sangat penting,maka penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian guna untuk mengetahui fenomena yang terjadi dalam pelaksanaan program Raskin di Kalimantan Barat Khususnya di Kelurahan Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan.
5. Analisis Data.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskritif. Maksudnya adalah data yang telah terkumpul akan diolah dan dianalisis secara kualitatif yakni dengan mendeskripsikan data secara mendalam oleh objektif sehingga dapat peroleh pemahaman dan kesimpulan yang tepat dan objektif sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

BAB II
ANALISIS
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BERAS MISKIN DI KELURAHAN PARIT TOKAYA KECAMATAN PONTIANAK SELATAN TAHUN 2006”
A. Masalah Penelitian
1. Adapun sub dari perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
a) Latar Belakang Penelitian
Ada 4 indikator untuk membahas latar belakang penelitian sebagai berikut :
1) Memperkenalkan letak topik masalah.

Untuk permaslah letak topik yang dipaparkan pada penelitian diatas masih tidak ada kejelasan dalam arti hanya memberikan gambaran – gambaran permasalahan secara umum yang arah gambaranya juga masih terlalu menyimpang. Menyimpang disini adalah bahwa topic yang seharusnya yang dipaparkan adalah tentang evaluasi pelaksanaan program beras miskin tetapi yang dibahasanya adalah tentang kemiskinan dan tentang beras miskin,yang seharusnya dibahasnya yaitu tentang bagaimna evaluasi pelaksanaan program tersebut apakan proram pelaksanan di desa Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan sudah sesuai dengan ketentuan Bulog atau adanya penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan prosedur yan telah ditetapkan.

2) Mendeskripsikan letak topik dalam peta topic yang dipelajari.
Dalam penelitian tersebut topic masalanya berkaitan dengan perkenalan paa masalah yang diangkat, tentu saja untuk maslah topic yang diperkenalkan masih kurang sesuai dengan paparan yang harus dibasa tetapi masih kurang baiak maka pendeskripsian maslahnya juga berefek ketidak seusia dengan topic yang diangkat.

3) Deskripsi tentang indikasi masalah.

Indikasi tentang permaslahan masalah sudah ada dan cukup untuk mewakili permasalah yangdiangkat atau dibahas

4) Deskripsi tentang adanya topic tersebut secara praktis dan teori.
Deskripsi tentang adanya topic secara teori tidak ada akan tetapi untuk secara praktis itu dipaparkan.

b) Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah sudah baik dan sudah mengarahkan penelitian ini kearah yang lebih tepat pada objek yang diteliti maka penulis membatasi “ Evaluasi pelaksanaan Program Beras Miskin di Kelurahan Parit Tokaya Lecamatan Pontianak Selatan Tahun 2006”

c) Perumusan Masalah
Bertitik tolak dari keseluruhan uraian latar belakang masalah dan pembatasan masalah, , dmak rumusan permasalahan penelitian telah sesuai dengan topik sebagai berikut : “ Bagaimana Evaluasi Pelaksanan Program Beras Miskin di Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan Tahun 2006?”
B. Tinjauan Litatur
Tinjauan litatur sudah cukup jelas.
C. Aspek – Aspek Penelitian
Tinjauan litatur sudah cukup jelas
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan dan Kegunaan Penelitian sudah cukup jelas
E. Metode Penelitian
1) Jenis dan Langkah Penelitian
Jenis dan Langkah Penelitian sudah cukup jelas
2) Teknik dan Alat Pengumpulan Data
a). Teknik dan Pengumpulan Data
Teknik dan Pengumpulan Data sudah cukup jelas
b). Alat Pengumpulan Data
Alat Pengumpulan Data sudah jelas
c). Sumber Data
Sumber Data sudah cukup jelas
d ). Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian sudah cukup jelas
e). Analisis Data.
Analisis data sudah cukup jelas.
TUGAS TERSTRUKTUR
“ METODE PENELITIAN SOSISAL “
Di susun

DEDI
E01107024







ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
P O N T I A N A K
2 0 0 8


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada bab II tentang pembahasan masalah bahwa untuk masalah penelitian terdapat beberapa ketidak singkronan dengan topic masalah khususnya pada 4 indikator untuk membahas latar belakang masalah penelitian sebagai berikut :
Memperkenalkan letak topik masalah.,Mendeskripsikan letak topik dalam peta topic yang dipelajari.Dalam penelitian tersebut topic masalanya berkaitan dengan perkenalan pada masalah yang diangkat, tentu saja untuk maslah topic yang diperkenalkan masih kurang sesuai dengan paparan yang harus dibahaa tetapi masih kurang baik maka pendeskripsian masalahnya juga berefek ketidak seusia dengan topic yang diangkat.Deskripsi tentang indikasi masalah,Indikasi tentang permaslahan masalah sudah ada dan cukup untuk mewakili permasalah yangdiangkat atau dibahas,Deskripsi tentang adanya topic tersebut secara praktis dan teori.Deskripsi tentang adanya topic secara teori tidak ada akan tetapi untuk secara praktis itu dipaparkan serta untuk masalah lainya sudah sucuk jelas.


B. Saran
Sesuai dengan pembahasn analisia pada bab II diatas bahwa diharapkan penelitian diatas agar diperhatikan tentan indicator latar belakang serta indicator lainyauntuk pencapaian hail penelitian yang lebih baik.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar